- Books

Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu #2019

Dawuk Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu Ini kisah yang sebenarnya belum lama terjadi Sebuah kisah kelabu penuh darah Hanya seumuran dua kali coblosan lurah tidak berselang lama dari saat untuk pertama kalinya di daerah sini Golkar menang

  • Title: Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
  • Author: Mahfud Ikhwan
  • ISBN: 9789791260695
  • Page: 363
  • Format: Paperback
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu By Mahfud Ikhwan, Ini kisah yang sebenarnya belum lama terjadi Sebuah kisah kelabu penuh darah Hanya seumuran dua kali coblosan lurah tidak berselang lama dari saat, untuk pertama kalinya di daerah sini, Golkar menang dari Petiga dengan mudah Demikianlah Warto Kemplung mengawali kisahnya kepada siapa saja yang sudi mendengarnya di warung kopi kisah asmara antara Mat Dawuk dan Inayatun Ini kisah yang sebenarnya belum lama terjadi Sebuah kisah kelabu penuh darah Hanya seumuran dua kali coblosan lurah tidak berselang lama dari saat, untuk pertama kalinya di daerah sini, Golkar menang dari Petiga dengan mudah Demikianlah Warto Kemplung mengawali kisahnya kepada siapa saja yang sudi mendengarnya di warung kopi kisah asmara antara Mat Dawuk dan Inayatun, dua sejoli yang dipandang miring oleh masyarakat, berlatar kehidupan sosial sebuah desa Jawa yang berubah oleh tanaman komoditas dan kerja menjadi buruh migran, dibalut dengan humor, laga, dan dendang film India.Masalahnya, sejauh mana cerita Warto itu sungguh sungguh terjadi atau hanya bualan untuk menutupi masa lalunya sendiri

    • [MOBI] ↠ Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu | BY ☆ Mahfud Ikhwan
      363 Mahfud Ikhwan
    • thumbnail Title: [MOBI] ↠ Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu | BY ☆ Mahfud Ikhwan
      Posted by:Mahfud Ikhwan
      Published :2019-09-10T16:25:15+00:00

    1 thought on “Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu

    1. Akhirnya saya kembali menemukan novel indonesia yang segar di tahun ini Segar dan punya rasa yang baru Dan meski bertajuk sastra, tapi saya yakin bisa dinikmati oleh banyak orang Kelebihan Mahfud Ikhwan yang saya temukan ceile, kayak siapa saja saya ini dalam prosanya adalah kemahirannya membangun narasi Saya lupa entah komentar siapa, bahwa bangunan utama sebuah novel adalah cerita itu sendiri, jadi selama novel itu bisa dinikmati ceritanya, meyakinkan pembaca, maka percayalah bahwa novel terse [...]

    2. my second 5 star book of the year PUASSSSS banget hebat euy diksi cakep cerita ngalir gaya penulisan menakjubkan lebih lebih, isinya bikin mikir dalem dan nyerempet nyerempet ini based on true event apa gimana, sik kopigu dan film India.legenda Indonesialigi kejawenmance.komplet sadis.

    3. Warto Kemplung nongkrong 2 hari berturut turut di warung kopi Bu Siti, cerita ngalor ngidul tentang satu kejadian di Rumbuk Randu yang nggak jelas kebenarannya Selama ngedongeng dia seenaknya ngambilin rokok orang orang yang ada di sana atau pesan segelas kopi hitam padahal utang utangnya masih belum lunas Kebetulan saja saya ada di sana selama 2 hari itu dan pertanyaannya adalah, kenapa saya mau dengerin cerita si Warto Kemplung sampai habis Dari namanya saja, dan semua warga juga sudah pada ta [...]

    4. Sebuah mitos buruk tentang terbentuknya suatu desa Dendam turun temurun yang berakibat terbunuhnya beberapa orang Tapi, seberapa jauh kebenaran tentang cerita cerita itu bisa dibuktikan Entahlah, karena saya langsung tenggelam dalam asiknya gaya bercerita Mahfud Ikhwan di buku ini Berasa lagi dengerin cerita dongeng kakek waktu kecil dulu.

    5. Books 301 2017 Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 20173,8 dari 5 bintang Congrats Dawuk by Mahfud Ikhwan as Prose Winner Kusala Sastra Khatulistiwa 2017

    6. Setelah Kambing dan Hujan, saya jadi penasaran dengan karya lain penulis ini Makanya begitu buku ini keluar langsung saya beli.Walaupun awalnya agak ciut takut ekspektasi turun, lama kelamaan jadi seru Bikin ngikik ngikik apalagi kalau lirik lagu India udah mulai muncul jd ingin berkata kasar Adegan berdarah darahnya disajikan ringkas tapi tetap berurutan jd cukup puas ehSetting dan gaya bahasa di Dawuk ini terasa dekat dan familier untuk saya jadi menambah keasikan saat membacanya.Pengennya 3 a [...]

    7. Machete ruyung.Betul betul film Machete rasa kearifan lokal, pleus Malaysia, pleus film dan lagu India Salah satu fiksi sejarah yang saya nikmati Rasanya setelah membaca Kambing dan Hujan saya bisa melihat bahwa Masnya senang yang romantis Kisah cintanya meni gararetek kitu hahaha Naon nya Bahasa Jawa na Basa Sunda ge sapotong sapotong kieu.Adegan terbaek emang pas warga Rumbuk Randu mengepung rumah kandangnya Mat Dawuk, diiringi lagu India yang mendayu Saya ngerasanya kayak slo mo, dan atmosfer [...]

    8. Agak mengingatkan sama Lelaki Harimau nya Eka Kurniawan tapi dengan gaya penceritaan yang lebih seru Kalau Kambing dan Hujan romance dengan latar belakang agama, nah Dawuk ini romance dengan sentuhan stensil, silat dan India Menarik dan menggelitik lah pokoknya

    9. Dawuk adalah potret negeri kita Negeri kaya raya yang rakyatnya gemar mendengarkan cerita ketimbang membaca Kita lebih suka bilang katanya ketimbang merujuk pada sumber fakta.Tokoh Warto Kemplung sebagai narator cerita inilah wujudnya Kisah Mat Dawuk beserta kisah tragis dan kesaktiannya adalah contoh bahwa informasi akan suatu fenomena dapat berkembang lewat tutur lisan Banyak diubah demi kepentingan pribadi atau diimprovisasi agar menarik Sosok Mat Dawuk yang buruk rupa dan penyendiri menimbul [...]

    10. Karya Mahfud Ikhwan yang pertama kali saya baca dan langsung suka setelahnya Cara berceritanya rapi dan tidak membosankan, seperti ditulis dengan stamina tinggi dan stabil Membaca kisah Mat Dawuk ini seakan ikut njagong duduk di sekitaran Warto Kemplung dan tak beranjak sampai kisah selesai Racikan ceritanya mulai dari pengalaman TKI di Malaysia, kesukaan film dan lagu India dengan latar belakang pedesaan Jawa sangat pas dan terukur Seperti kopi yang nikmat Bikin ketagihan

    11. Cinta, dendam, silat, agama, film India, TKI, desa, hingga isu kayu rakyat semuanya teramu dengan indah dengan penuturan yang menyihir Sungguh, Dawuk membuat saya terpana Lewat cerita yang ringan dan tanpa bermaksud menggurui, Mahfud Ikhwan menyetil kebobrokan moral dan menelanjangi nilai nilai yang kerap dianut masyarakat kita lewat pergunjingan di warung kopi Harus dibaca

    12. Kebahagiaan Itu Bagai Secangkir KopiKalian tahu, apakah kebahagiaan itu Ini Lihat cangkir kopi ini Ya, inilah kebahagiaan Seperti kopi, cepat atau lambat, ia akan habis Ya, ya, kadang kita ingin berlama lama menikmatinya, menghirupnya sedikit demi sedikit, mencecapnya lama di lidah, memainkannya sedikit di langit langit, mengumurnya pelan pelan, tak ingin buru buru menelannya Tapi, mak bedunduk, tahu tahu, begitu kita longok ke dasar cangkir, yang tersisa tinggal ampas Ia sudah tandas Mungkin ka [...]

    13. Tentu penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 kategori Prosa Terbaik yang diberikan tanggal 25 Oktober 2017 lalu kepada Mahfud Ikhwan atas novel Dawuk melayangkan perhatian lebih para pembaca sastra kepada buku ini, tak terkecuali saya Kisah Mat Dawuk disajikan berdasarkan sudut pandang Warto Kemplung yang dilengkapi dengan bumbu bumbu penceritaan khas pembual Hal ini memberi nilai lebih kepada Mas Mahfud yang berupaya turut menggaet pembaca untuk larut pada kisah Mat Dawuk Dawuk dituturkan [...]

    14. Magical realism Tragis Aliran kisah yang menghanyutkan Gaya penuturan yang sedikit bebas namun tetap rapi Puntiran mengejutkan di penghujung cerita Novel ini punya itu semua Dan aku suka Sukaaaa sekali Sedikit mengingatkan pada Cantik itu Luka, namun novel ini jauh lebih pendek, memotong kemelimpahruahan dan menggantikannya dengan kesederhanaan cerita warung kopi seorang pendongeng berita burung bernama Warto Kemplung Maka dendam dan riwayat 3 generasi mampu disampaikan dengan ringkes dan bernas [...]

    15. Tentu saja harus kumaklumi jiwa jiwa kering kerontang dan patut dikasihani macam kalian ini Sungguh malang orang yang tak mengenal betapa indah cerita dan kisah, betapa menggetarkannya dongeng dan legenda hal 87 88 Setelah puas dengan Kambing Hujan, Mahfud Ikhwan kembali memberi saya kepuasan membaca dengan novel terbarunya ini Kesamaan Dawuk dengan novel pendahulunya itu adalah keduanya sama sama bercerita dengan cara seolah olah seseorang sedang bercerita secara lisan dan si penulis berusaha m [...]

    16. Elok segaligus kurang ajar Memaksa saya untuk terus berkata kasar selama membaca kisah Mat Dawuk dari Rumbuk Randu ini Tak salah jika gelar prosa terbaik Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 diberikan pada karya Mahfud Ikhwan yang sebelumnya pernah menulis kisah Kambing dan Hujan yang memenangkan sayembara novel DKJKisah Mat Dawuk yang buruk rupa dituturkan oleh seorang pembual, Warto Kemplung, di sebuah warung kopi Ia berkisah dengan intens dan tajam, tetapi seperti yang tertulis pada blurb novel in [...]

    17. Cerita di dalam cerita, magical realism, folklore, romance, narasi yang bebas tapi rapi, sedikit politik dan latar belakang sejarah, lagu lagu India, kearifan lokal, sampai silat dan agama semuanya ada dalam novel seringkas ini, well, actually I don t really know how to review this damn superb book I give it 4,5 out of 5 Warto Kemplung adalah seorang pembual, pembual yg begitu hebatnya yang menjual ceritanya di warung kopi demi beberapa cangkir kopi dan berbatang2 isapan rokok Cerita kelabu dari [...]

    18. Dawuk sebuah kisah kelabu dari Rumbuk Randu Kisah ini dikatakan dalam buku ini belum lama terjadi, kisah kelabu penuh darah, hanya seumuran dua kali coblosan lurah.Novel ini cara berceritanya menarik karena beda dari novel novel lain Di mana letak bedanya Nah, novel ini dikisahkan oleh seorang pembual kepada penulisnya kemudian sang penulis menulis kisah ini dengan tak menghilangkan cita rasanya Dawuk memang tak tebal, cukup tipis hanya 180 halaman saja Tapi isinya padat dan terasa sekali kualit [...]

    19. Kisah tentang Mat Dawuk diawali dengan kisah Inayatun, seorang wanita cantik di sebuah desa bernama Rumbuk Randu, namun nakal Saking nakalnya Bapaknya ogah menganggapnya sebagai seorang anak Sampai akhirnya, dia hijrah sebagai TKI di Malaysia dan bertemu dengan Mat Dawuk Dawuk, seorang buruk rupa yang tak jelas asal usulnya yang awal mulanya satu desa dengan Inayatun Pertemuan mereka berdua terjadi saat Dawuk menyelematkan Inayatun dari kejaran lelaki yang tidak disukainya dan Dawuk menjadi pahl [...]

    20. Kisah asmara Inayatun dan Mat Dawuk, dikisahkan secara fiksi oleh Warto Kemplung Tentu saja kisah tersebut hadir secara fiksi, meski latar dan pengembang kisahnya nampak nyata sehari hari kehidupan sosial sebuah desa di Jawa, yang berubah dan diubah oleh komoditas relasi sosial, kehidupan buruh migran dan kesulitan hidup sehari hari pada umumnya.Novel Indonesia ini menjadi yang terbaik dan sangat saya nikmati dibulan ini Selain memang si penulis memiliki kekuatan menulis dengan lentur, kisah Daw [...]

    21. A novel in Bahasa Indonesia, recently won a national literary award of Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 2017 I hope it will be translated to English soon The story is a potrait of a tough life in a village, its people, their hope and despair, love, rejection, revenge, a vigilante society Serasa lagi pulang kampung, jajan rebusan sama kopi pahit di warung, dan malah kemudian ikut nguping kisah kelam yg diceritakan oleh seorang pakde tentang sebuah desa, masa lalu, dan kisah cinta tak terlupakan.Ap [...]

    22. GRC 2018 10 47.Akibat membaca buku ini dari belakang ucapan terima kasih , bayangan Danny Trejo pun menancap seketika saat membaca kisah Mat Dawuk Tetapi bukan itu poin utamanya Cerita ini dimulai dengan warung kopi dan penggambarannya yang rinci tetapi dramatis Lalu selanjutnya penuturan bergantian antara deskripsi ala film laga dan dialog keseharian yang kocak kocak seram Semua babnya page turning pula.Sebetulnya konflik yang diangkat pun khas film laga sekali dendam turun temurun Namun Mas Ma [...]

    23. 436 2017Karena konon buku ini dibuat karena penulis terinspirasi film Machete nya Roberto Rodriguez, minimal kita bisa membayangkan kalau tampang Mat Dawuk setipe Danny Trejo Dan mungkin bisa membayangkan aksinya dalam membantai lawan mirip mirip Machete.Karena baru kemarin kemarin membaca dua buku penulis yang khusus didedikasikan pada film film India, membaca referensi film India di buku ini cukup mengundang senyum, meskipun aku tidak tahu dan tidak bisa mengingat film mana dan aktor aktris ma [...]

    24. Yang membuat kisah Dawuk menarik adalah pengemasannya Dinarasikan oleh tukang bual Warto Kemplung yang di awal dan akhir cerita juga masuk dalam kisah Dawuk ini, terlebih cara si Warto menyampaikan bualannya dibalut dengan komedi khas tukang bual, yang perlu dipertanyakan keabsahannya Di situ Mahfud Ikhwan menunjukkan dirinya sebagai pencerita yang ulung Layak diganjar sebagai pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 Dari segi cerita, tentang kehidupan Dawuk dan Innayatun si kembang desa, mulai [...]

    25. Sudah lama tidak membaca novel yang kaya dalam penuturannya.Novel ini dibawakan seolah seseorang berdongen kepada kita, detail dan gamblang Bahasanya menyenangkan dan mudah Alurnya tidak ribet tapi apa adanya.Benar benar sebuah novel yang sederhana namun kaya dalam penulisannya Membawa pembaca turut membayangkan dan mengimajinasikan kusah kisah yang dialami Mat Dawuk Serasa ada di sana menyaksikan semuanya.

    26. If you love justice, you will be furious and frustrated reading this book If you are hopelessly romantic, you will be crushed and heartbroken because of the stories.Now here I am, furious, frustrated, crushed, and heartbroken Good reading though Exploring many thought provoking themes such as migrant workers, hypocrisy in our society, traditional view of look, curse, and of course justice Worth reading

    27. Entahlah, saya tenggelam dan terlalu asyik dalam cerita ini Mungkin itu gaya magis Dawuk ini hehe.Berbeda dengan KdH, Mahfud lebih berhasil menggiring pembacanya ke ceritanya yang naratif banget Jadi unsur sejarahnya dapet novelnya dapet, ini yang berbeda di Dawuk ini Sayang banget bukunya kurang tebal fyuuuih

    28. Mengangkat tema kehidupan sehari hari, novel ini berhasil mencuri perhatian saya Gaya penulisannya yang terkesan santai dan mengalir membawa saya lebih mudah menangkap jalan cerita penulis Pemilihan katanya terkesan pas, tak berlebihan Tokoh Warto Kemplung sebagai pencerita pun membuat saya takjub Sama dengan Kambing Hujan, karya Mahfud Ikhwan lainnya, novel ini layak menempati rak buku.

    29. Sudah tiga hari ini perjalanan pulang pergi comline Tng Sud bener bener gak terasa sama sekali berkat si Warto Kemplung Gue terhipnotis dengan kisah yang dia ceritakan tentang Mat Dawuk dan segala keruwetan permasalahannya Gerbong Comline tiba tiba disulap menjadi warung kopi dan gue adalah salah satu orang yang dengerin si kemplung ngoceh Dan bukunya masih sisa 1 3 terakhir.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *